mereka sebut itu abu
dia lebih suka memanggilnya candu
ada pria setengah bijak menggumam,
"dungu! untuk apa diselami kalau sadar ternyata samar?"
suara itu terpantul-pantul di antara dinding tengkorak
aumannya semakin nyaring, seperti enggan beranjak pudar
akhirnya pecah...
gema tertindih saat dia berbisik pada dia yang lain diantara dia yang lainnya,
"kayuh terus sang kumbang, jangan turunkan layarnya.
kau tahu dungu?
segera senja pasti datang menyapu hujan."
diraihnya tinta
tanpa sadar dia lukiskan pada awan pertama hari ini,
"karena memang Dia Mahanya segala tahu."
No comments:
Post a Comment