17.10.10

candu abu

mereka sebut itu abu

dia lebih suka memanggilnya candu

ada pria setengah bijak menggumam,

"dungu! untuk apa diselami kalau sadar ternyata samar?"

suara itu terpantul-pantul di antara dinding tengkorak

aumannya semakin nyaring, seperti enggan beranjak pudar

akhirnya pecah...

gema tertindih saat dia berbisik pada dia yang lain diantara dia yang lainnya,

"kayuh terus sang kumbang, jangan turunkan layarnya.

kau tahu dungu?

segera senja pasti datang menyapu hujan."

diraihnya tinta

tanpa sadar dia lukiskan pada awan pertama hari ini,

"karena memang Dia Mahanya segala tahu."

No comments:

Post a Comment