2.4.11

terekam

lirih..

piringan hitam diputar saat bulir hujan menyapa bumi

bibir Ibu mendengung dongeng klasik pengantar tidur

pesta pengaminan menyambut doa penuh semoga

letupan nada pertama kembang api tengah pekan

ingar pentas tak bertuan


hening..

semilir angin menyapu beringin lantas ranting beradu merdu

senja terganti bulan diiringi orkes binatang malam

batang tembakau kedelapan bertemu cangkir kopi jelang detik awal dini hari

terpejam saat riak ombak pasang mendera karang dimana kabut melilit pegunungan

mimpi singgah di peraduan diujung lelahnya lelap


dingin..

mengulum senyum tak kasat mata

tak sengaja retina saling sapa dan kita berdialog tanpa kata


layaknya film bisu tiap chapter dimainkan mundur

reka ulang tanpa distorsi nada

mengingat seperti mengunyah jeruk

sumringah gigit bagian manis

mengumpat kecil bertemu kecut

aku seperti bumi yang ingin dicumbu tangis langit setelah edelweiss jengah mesra dengan layu

ya, segaris rindu pun membatu



__________

Selatan Jakarta, Februari 2011

No comments:

Post a Comment