Kilat kesakitan menari di sorot itu.
Yang tampak kokoh di permukaan, rupanya rapuh di dasar.
Lelah bermain dengan penyesuaian.
Mohon terbang dari pasungan.
Seperti malu, pengalihan kau paksakan.
Terlambat.
Sudah terbuka dengan sekali baca.
Bukan, bukan jebakan setan apalagi jebakan batman.
Tapi berputar.
Kali ini penagih datang minta dibayar.
'Ada' akibat hari ini karna 'ada' sebab hari lalu.
Turut berduka atas jatuh giliran.
____________
Selatan Jakarta, 2 Mei 2011
*untuk esok, belajarlah lebih hati-hati.
No comments:
Post a Comment