15.2.11

rumah

matahari menyeringai tajam

nyata menyilaukan

terang berdiri terlalu gagah

merintih tipis di sudut lega

pada akhirnya kembali singgah ke pentas ternyaman

bersandar tenang, hirup ingar paling merdu

memeluk ria, enggan menoleh

untuk apalagi?

sudah dirasa irama cantik sempurna

mewangi lekat erat tembus sumsum rusuk

tiap pintu pasti berkunci

selamat untuk temuan

rayakan kepulangan

ucaplah syukur karenanya

No comments:

Post a Comment