pedal total dipegas
terlonjak hebat mengangkangi kursi panas
sesak dipendam lebur mengudara
“diam kini bukan emas. waktu tiba, pukul balik!”
teringat raungan menguatkan
hingar sirine pecah
memerintah dansa maju ke altar depan
“tak ada lagi lain waktu. esok kau mati, esok kau habis!”
lengkingan tak bertuan menggoda
buka kunci..
muntah bersama genderang letup bunga api penghias sampul buku baru
bebas segala yang terpenjara
dengan sadar menelanjangi diri
lega menghela
terlalu banyak ‘tapi’ berontak di sini
“dilarang manja! tikam keluh, tindih lalu habisi.
merangkak tenang lebih baik ketimbang diam di tempat.”
“terus memerciklah layaknya kembang api”
diiyakan atau?
Maha Segala Tahu yang tau
biar dulu Dia rakit skenarionya
sementara, silahkan nikmati menu hari ini
No comments:
Post a Comment