15.2.11

sambut titik didih

pedal total dipegas

terlonjak hebat mengangkangi kursi panas

sesak dipendam lebur mengudara

“diam kini bukan emas. waktu tiba, pukul balik!”

teringat raungan menguatkan

hingar sirine pecah

memerintah dansa maju ke altar depan

“tak ada lagi lain waktu. esok kau mati, esok kau habis!”

lengkingan tak bertuan menggoda

buka kunci..

muntah bersama genderang letup bunga api penghias sampul buku baru

bebas segala yang terpenjara

dengan sadar menelanjangi diri

lega menghela

terlalu banyak ‘tapi’ berontak di sini

“dilarang manja! tikam keluh, tindih lalu habisi.

merangkak tenang lebih baik ketimbang diam di tempat.”

“terus memerciklah layaknya kembang api”

diiyakan atau?

Maha Segala Tahu yang tau

biar dulu Dia rakit skenarionya

sementara, silahkan nikmati menu hari ini

No comments:

Post a Comment