15.2.11

salah pintu

abu membiru merah pada dialog senja

dentumnya membaur dalam cangkir kopi terakhir tahun ini

terbaca sebelum dibuka

meranggas patah, berujung layu

setengah jus emosi menanduk ngilu

beradu banyak ‘Y’ tak terkontrol

jamuan tutup tahun termaha oke

di teras sana, mereka pasti terkekeh puas

“Telan itu sangkar batu di kepalamu. Kunyah perlahan. Rasakan!”

panggung berkilau ramah

layar masih gagah, belum rebah

sayang, figuran tak pernah dimainkan

hidangan penutup tak tersentuh

sampai mati penikmat tetap penikmat

(masih) lantang berseru,it amazes me, the will of instinct’

kini pegang penuh kendali

‘let it be.. let it be..’

(lagi) ayunkan taring terdalam

benamkan berang, redakan lebam

singkat saja untuk jeda

pantang membekas

diumbar lelehan doa penuh semoga

tugas siapa mengamini?

saya untuk anda

No comments:

Post a Comment