Siapalah aku berani mimpi seganjil itu?
"Berkeinginlah yang kuat, maka semesta akan membantumu membukakan jalan."
Aku sudah menjadi pengingin yang batu, tapi semesta masih pongah. Seperti malas berpihak.
"Semesta bukan tidak berpihak. Itu hanya masalah waktu."
Ya, ia benar.
Karna waktu seketika datang.
Aku bukan ahli penyembunyi senyum.
Dan lalu kubiarkan lepas.
Hingga sesak.
***
Sial. Tak mujur. Hal buruk.
Adalah entah siapa yang mengatakan tiga belas mengandung petaka.
Tidak berlaku untukku.
Tidak untuk tiga belas dihari ini, bulan ketiga.
Berita baik hari ini,
adalah buah.
Tuhan memenuhi janji.
Bahwa semesta akan memihak pendoa yang berkeingin keras.
-------------
Selatan Jakarta, 130311
(Tuhan, terimakasih untuk segala rencanaMu yang sengaja Kau jadikan hari ini)
No comments:
Post a Comment